red_watermelon

Friday, September 10, 2004

Cinta tidak harus saling memiliki

Cinta merupakan anugrah dari Yang Kuasa. Berbahagialah orang yang pernah merasakan jatuh cinta. Cinta memang abstrak. Tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan. Cinta bisa membuat orang merasa menjadi orang yang paling berbahagia sedunia. Ketika cinta perlahan mulai hilang, hanya rasa sakit yang ada dihati. Orang bilang jatuh cinta berjuta rasanya. Semuanya serba indah dan membutakan mata dan hati kita. Love is blind. Apakah cinta seperti itu yang kita cari? Ataukah cinta yang keluar dari hati nurani kita yang tulus dan suci? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab.
Ada berbagai macam cinta. Cinta kepada orang tua, pacar, teman dan cinta yang paling tinggi, yaitu Cinta Ilahi. Cinta tidak mengenal perbedaan. Adanya perbedaanlah yang membuat kita terkadang bisa mencintai tapi tidak bisa memiliki. Sakit rasanya kalau kita hanya bisa memandang orang yang kita cintai tanpa bisa memiliki. Ketika keposesifan telah merasuki tubuh kita, yang mengalir dalam darah dan nafas kita adalah mendamba. Mendamba dirinya hadir dalam hari-hari kita selamanya. Menemani kesepian kita, menghangatkan diri kita ketika angin yang dingin mulai berhembus. Bayangkanlah…ketika orang yang kita cintai ada didepan mata kita, tapi kita hanya bisa memandangnya tanpa bisa menyentuhnya dan memeluknya. Dia tak terjangkau oleh tangan kita. Seperti api yang membakar tubuh kita. Rasa panas mengalir dan kita akan segera lenyap seiring dengan api yang terus membakar tubuh kita. Hanya dirinya yang bisa mendinginkan tubuh yang panas bagaikan bara. Nafas dan harum tubuhnya telah memabukkan diri kita. Kita tidak ingin orang lain menyentuh dan memeluk dirinya. Itulah cemburu yang telah membuat kita kehilangan kesadaran. Kita akan mempertahankan dirinya dengan segala daya dan upaya. Jangan sampai ada yang menyentuh dirinya. Ketika malam semakin larut, kerinduan telah merasuk kedalam diri kita dan berharap matahari segera menyinari. Karena kita akan segera bertemu dengan dirinya di pagi hari yang cerah. Meski kita tahu kita tidak punya masa depan dengan dirinya, ada secercah harapan dihati untuk bersatu dalam ikatan cinta. Harapan-harapan itu yang akan membuat kita menjadi orang yang “survive” karena kita berusaha keras untuk mendapatkannya. Mungkin saja Tuhan berbaik hati sama kita dan memberi kesempatan kepada kita untuk menjalin cinta dengan dirinya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home